ILDA ANNISA AFIFAH (01221086)

 

Nama               : Ilda Annisa Afifah

NIM                : 01221086

Kelas               : A01

Prodi               : Manajemen

Mata Kuliah    : Etika Bisnis – Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern

 

Gambaran Umum Tentang Profesi Bisnis Dan Tanggungjawab Moral Dan Sosial Bisnis Beserta Contohnya

1.      Hakikat Bisnis

Hakikat Bisnis adalah Kebutuhan Manusia yang berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

 

2.      Karakteristik Profesi Bisnis

a.       Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pegalaman yang bertahun-tahun.

b.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

c.       Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat.

d.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

e.       Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

 

3.      Pergeseran Paradigma dari Pndekatan Stockholder ke Pendekatan Stakeholder

Pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder kependekatan stakeholder dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

 

4.      Tanggung Jawab Moral dan Sosial Bisnis

              Tanggung jawab perusahaan adalah tindakan dan kebijakan perusahaan dalam berinteraksi yang didasarkan pada etika. secara umum etika dipahami sebagai aturan tentang prinsip dan nilai moral yang mengarahkan perilaku sesorang atau kelompok masyarakat mengenai baik atau buruk dalam pengambilan keputusan. Menurut Jones, etika berkaitan dengan nilai-nilai internal yang merupakan bagia dari budaya perusahaan dan membentuk keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial.

 

Terdapat 3 pendekatan dalam pembentukan tanggung jawab social:

a.       Pendekatan moral yaitu tindakan yang didasrkan pada prinsip kesatuan

b.      Pendekatan kepentingan bersama yaitu bahwa kebijakan moral harus didasarkan pada standar kebersamaan, kewajaran dan kebebasan yang bertanggung jawab

c.       Kebijakan bermanfaat adalh tanggup jawab social yang didasarkan pada nilai apa yang dilakukan perusahaan menghasilakn manfaat besar bagi pihak berkepentuingan secara adil.

 

              Tanggung jawab moral dan sosial bisnis, dari sudut pandang strategisnya bahwa suatu perusahaan bisnis perlu mempertimbangkan tanggung jawab sosialnya bagi masyarakat dimana bisnis menjadi bagiannya. Ketika bisnis mulai mengabaikan tanggung jawabnya, masyarakat cenderung menanggapi melalui pemerintah untuk membatasi otonomi bisnis.

 

5.      Contoh

              Seorang manajer ingin memberhentikan pegawainya. Sebelum memberhentikan pegawainya maka ada beberapa hal yang harus ia pertimbangkan terlebih dahulu, seperti :

a.       apakah keinginan ia memberhentikan pegawainya itu hanya emosi sesaat.

b.      apakah keinginan ia memberhentikan pegawainya itu memang karena si pegawai ini tidak sesuai dengan bidang yang sedang ia kerjakan

c.       apa keputusan yang telah manajer ambil sudah dipikirkan matang-matang. Tentang baik buruknya bagi perusahaan dan pegawai yang ingin dia berhentikan.

d.      Apakah keputusan manajer memberhentikan pegawai tersebut sudah efektif bagi perusahaan.

e.       Apakah keputusan manajer memberhentikan pegawainya tidak akan menimbulkan demo dan merugikan perusahaan.

 

              Itulah hal yang harus dipertimbangkan dengan baik jika ingin mengambil keputusan yang baik, dan keempat kompetensi tersebut sangat berperan penting dan berhubungan dengan satu sama lain. Jika salah satu kompetensi tersebut tidak diimbangi dengan kompetensi yang lain keputusan tersebut pasti akan membuat keputusan tersebut jadi keputusan yang salah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini